Rabu, 20 April 2016

Cemburu

Cemburu menguras hati
Benar katanya.
Jerawat tumbuh dibeberapa titik wajah.
Rasa sakit sesak di dada.
Aku malah terhanyut dalam hal ini.
Aku tau masih sangat banyak kekuranganku.
Lalu mungkin dia terlihat lebih menggairahkan?
Ya, dengan apa yg diraihnya.
Aku benar-benar jauh, dari apa yg ku ingini.
Tuhan, aku tau engkau akan memberikan yg terbaik.
Ini sudah sangat jelas bukan?
Aku bilang ini sangat sakit.
Kualitas ..
Fokus saja kan pada diri sendiri, keluarga.. Mungkin terlalu sering aku melihat kemungkinan yg lain, malah menutup mata akan yg ada didepan mata?
Mungkin jg karma karena pernah menghancurkan impian seseorang.
Aku, apa benar aku masih abu-abu?
Apa aku punn masih ragu??
Ya Allah.
Pengusaha yg aktif sedekah projek lingkungan dan sosial. Masih belum ada target ini itu? Iya. Benar, aku sadar.
Aku di kendalai oleh idealisme.
Aku ingin punya perusahaan dalam pengolahan produk makanan laut.
Atau alat kecantikan dari bahan laut.
Aku cukup yakin bahwa laut adalah masa depan bangsa Indonesia.
Apa cuma bisnis fashion yg akan mengantarkan seseorang dalam kekayaan?
Bahwa pakaian, kini menjadi bahan kesombongan pamer..
Kesederhanaan. Sosok pasangan harus dalam kesederhanaan.
Atau mungkin salah satu teman sudah siap untuk melamar?
:(

Banyak pertanyaanku.
Perlu kah ku tanyakan pada mu?
Atau inilah hikmah ku, untuk selalu terbangun ditengah malam. Mendoakanmu kembali padaku?
Sakit, ku simpan dalam pejaman mata. Jaga hati mu mut, jgn mudah teracuni hal yg membuatmu terlarut..

Senin, 28 Maret 2016

Peringatan Hari Air Sedunia

Haiiiiii blogger.
alhamdulillah ya, akhirnya acara yang sejak zaman "bauleha" dulu selesai dan terlaksana dengan lancar badaiiii :D

Bercerita tentang lets loving Indonesia with diving, acara ini sudah lama cuma terkonsep dalam pikiran. Rasanya kok susah banget buat ngerealisasiin acara ini, padahal toh fasilitas ada, ilmu ada dan tempatnya pun ada.
Yah, ternyata memang sumber dari segala kemauan adalah tindakan. Ingin dilakukan? Ya lakukan saja. Entah bagaimana nantinya, ternyata memang menyegerakan sesuatu itu memang baik.

Komunitas Palembang Freedive pun pada awalnya cuma angan-angan belaka, aku ga menyangka ternyata responnya cukup bagus :)
Bahagia..
Yup, sederhana sekali bahagia itu. Melakukan hal yg diinginkan, bukan hanya angan-angan semu diujung langit.
Komunitas Palembang Freedive ini resmi kami bentuk pada Sabtu, tanggal 6 Februari 2016,

Jumat, 25 Maret 2016

Kamu Lagi dan Lagi

Mau pergi atau tetap tinggal?
Mau kemana dan bagaimana?
Mau apa?
Entah tak pernah tau, hingga akan dijawab waktu.
Meragukah?
Jangan beri harapan semu.
Teguhkan hati, entah menggalau takkan menjadi.

Kamis, 10 Maret 2016

Bersiap Lebih Awal - GANBATTE


Bolehkah aku bercerita?
Bagaimana bisa aku benar-benar meyakininya akan terjadi dalam kehidupanku.
Memandang dengan jelas, bagaimana seharusnya yang ku lakukan agar semua tidak hanya sekedar mimpi dan bunga tidur.
Mengenakan pakaian hitam putih dengan scraft merah dan topi berlacana garuda kebanggaan Indonesia.
Bukan hanya mimpi saja, namun kuat hadirnya semakin terasa dihati.


Bukan sekedar "ingin" tapi harus.
Aku harus menurunkan berat badan sekitar 7 kg agar mendapatkan badan proporsional dan menarik.
Berlatih tarian-tarian yang bisa dipertunjukkan diatas kapal tersebut.
Menyiapkan latihan psikotes serta kemampuan untuk berbicara bahasa Inggris.
Berlatih melakukan public speaking.
Membuat proposal rancangan kegiatan bahari potensi wilayah, mengurus SKCK serta lain sebagainya.


Orang pintar melakukan solusi, bukan alasan.
Setiap sore aku harus pintar olahraga yang efektif mengurangi lemak.
Setiap pagi aku sarapan secukupnya, makan siang dengan porsi nasi yang sedikit serta banyak minum air putih. Minum ramuan madu langsing serta green tea tanpa gula.

Semangat. Pasti bisa!

Makna memantaskan diri kini menjadi semangatku. Persiapan lebih awal.

DOA +  USAHA = RESTU ILAHI



Sabtu, 05 Maret 2016

Aset Pertama

Aset terbesar yang dimiliki seseorang adalah pikirannya.
Setiap hari adalah sebuah pilihan dan dimanapun selalu dihadapkan pada sebuah pilihan.Termasuk untuk mau belajar atau tidak, mau membaca atau tidak, 
mau mendengarkan atau tidak.Terkadang kita terlalu "penuh" hingga "meluber".
Tak heran, orang-orang berpengaruh malah menyarankan untuk tetap merasa bodoh, 
merasa goblok. 

Tak perlu jadi seperti tongsis, yang harus diangkat terus semua orang tersenyum. 
Cukup jadi diri sendiri. 

Akhir-akhir ini saya membaca sebuah buku yang selalu direkomendasikan oleh para 
pengusaha. Rich Dad, Poor Dad - Apa yang diajarkan oleh orang kaya terhadap anak-anak mereka yang tidak diajarkan oleh orang miskin dan kelas menengah.

Judulnya kontroversional, bahkan baca covernya pun sudah sangat menarik saya.
Buku ini saya habiskan perlahan, menyerap informasi serta gaya cerita tentang perbandingan
pola pikir orang miskin dan kelas menengah. 

Aku mendapati 3 kata. Mencegangkan, miris, merinding..Tentang perumpamaan “terjebak 
dalam perlombaan tikus”, karena dari akar permasalahan kurangnya intelegensi tentang 
finansial dalam mereka-mereka yang terjebak dalam perlombaan tikus. 
Kadang kita mengira hal yang merupakan “gaya hidup” seperti rumah, mobil, handphone 
adalah aset. Padahal sejatinya itu adalah bentuk pengeluaran yang semakin menjadi.

Dalam buku ini menjelaskan, bahwa sebagian besar orang yang tidak memahami bagaimana
mengelola keuangan justru akan menambah kemiskinannya dikemudian hari bila diberikan
uang yang banyak. Aku sering termenung sendiri menyaksikan bagaimana perlombaan tikus
selalu hadir menggerogoti hingga akhirnya mereka tidak menyadari bahwa waktunya kini 
semakin singkat, hidupnya berjalan standar, dan hutang malah semakin menjadi..

Buku ini menjadi salah satu momentum dalam hidup.
Bahwa masing-masing pribadi manusia memiliki pilihan. 
Tak perlu memaksakan keinginanmu pada orang lain, atau malah memaksakan keinginan
orang lain pada dirimu.

Semalam aku menuangkan pikiran-pikiranku pada mama.
Lihatlah ma, anakmu sudah tumbuh, umurnya kini mendekati 23 tahun. 
Dia punya pilihan dan tujuan yang baik untuk kehidupannya sendiri. 
Untuk pilihan hatinya sendiri. Bukan tanpa arti..

Pepatah mengatakan, jangan mengajarkan singa untuk terbang, karena dia takkan bisa. 
Atau malah menyuruh ikan untuk berlari, ikan bisa mati. 
Apapun yang ada di dunia ini memiliki keunikannya masing-masing.
Benar, banyak nasihat yang telah kudengarkan. 

Kamu 5 tahun ke depan adalah cermin dari buku-buku apa yang kamu baca, 
kebiasaan-kebiasaan apa yang sering kamu lakukan, orang-orang mana yang kamu temui,
pilihan-pilihan apa yang telah kamu pilih.Tujuan yang baik.Doa yang baik.Keinginan untuk 
terus menjadi lebih baik.

Jadilah tangguh agar siap menjadi wanita hebat yang sukses dan mensukseskan.



Sabtu, 27 Februari 2016

When I'm be an Outbond Call

hello bloggers,

kali ini aku ingin curhat colongan dikit tentang pengalaman yang ku jalani selama 30 hari di sebuah perusahaan telekomunikasi swasta :)
tepatnya sejak tanggal 11 Januari - 11 Februari 2016 dan i'm be an outbond call.

yeahh,
banyak yang nanya, apaan sih outbond call itu?
jadi begini ceritanya tuh perusahaan lagi punya promosi untuk ke costumernya, kalau ada sebuah layanan pergantian kartu perdana karena sebuah

Kamis, 25 Februari 2016

Thats WHY

Tidak ada hal yang kebetulan dalam dunia ini.
Tentu saja semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, begitu katanya. 
Dan kamu hadir begitu saja, tanpa permisi. Masuk, kemudian masuk kebagian terdalam.
Hampir saja, aku terhisap dengan hadirnya dirimu.

Bukan karena parasmu yang sering kau umbar-umbar itu.
Pendamping hidup yang ganteng tidak terlalu penting, yang penting itu manis sudah cukup.
Yup, tapi kuakui kamu memang termasuk ganteng, meski aku tak pernah menganggap kegantenganmu adalah nilai pertama.
Yang kutahu pasti, aku menyukai pria bertubuh tinggi. Terlepas bagaimana rupanya, jadi jangan terlalu bangga ya.. Bisa jadi itu boomerang kalau kau tak tahu bersikap.

Aku menyukai cerita-cerita itu, yang sebenarnya sederhana.
Ketika kau bercerita tak membawa mobil ketika diajak nongkrong oleh teman kampusmu, ku akui ketika mendengarnya aku benar-benar senang. Oh, ternyata ada pria yang berpikir sama seperti ku. Yang lebih mementingkan kenyamanan ketimbang gengsi.
Ada? Iya, aku baru menemukannya pada mu.

Kau ingat? aku pernah tertawa terbahak-bahak, ketika kau bercerita selama ini selalu salah memilih pacar. "Harus makan berdindinglah, harus bawa mobil kalau jalan-jalan" . Kau bahkan baru kali itu makan pecel lele yang berada di samping kampus. Lelenya memang enak kan? garing. Ohya, jangan lupa pesanan minum favoritku adalah air putih. Meski kau heran, karena dikira aku penghematan heheh.. Padahal memang air putih lebih sehat kan? Kalau kamu sih kayaknya ikutan karena mau hemat :p

Iya, kamu memang ga perlu keluar banyak uang ketika bersamaku. Kamu tahu kenapa? karena menikmati kebersamaan itu menurutku jauh lebih penting. Tapi jangan kaget juga loh, kalau tahu "selera orang kaya" ku, karena sudah dipastikan berkelas dan menurutku kalau belum mampu dan masih "nadah" ke orang tua, mendingan di pending dulu. Aku tak pernah keberatan.

Kau bercerita semua mantan-mantanmu dahulu, ya ku akui semua cantik kok. Bukan sembarang orang ya? tentu saja. Tapi untuk apa mengkoleksi mantan, terus mencoba-coba. Itulah mengapa aku mengatakan "aku tak mau jadi mantanmu juga". 

Masih jelas hari itu, ketika kita berpayung dibawah semangatnya sinar mentari. Perjalanan panjang, lalu berdagang bersama. Kau tahu, moment seperti itu memang sudah lama ku impikan bersama seseorang yang spesial. Rasanya seperti tiada beban, senang sekali. Lalu sorenya kita bernyanyi ditemani hujan yang cukup deras dari luar mobil. Lagu teman hidup.. kemudian lagu fuck you hhhahaha. Oh ya, tentang cerita-cerita masa kecilmu yang kita obrolkan hingga pukul 7 malam. Tentang Mualimin, Jogja, dan sebagainya. Kadang aku berpikir, mungkin kegiatanku di Jogja memang merupakan salah satu kesempatan untuk lebih mengenal kota itu.
Kau bercerita tentang ibu mu yang menurutmu dulu sangat kejam. Kau kira aku takut?
Oh tidak sama sekali, aku malah sangat ingin untuk bercerita dan kenal dengannya lebih jauh. Rasanya beliau perlu untuk dilakukan pendekatan.. Kisah-kisah kecil itu kuanggap pembentuk masa depanmu.


Kejadian waktu aku dijambret dan menyebabkan tas ku ada padamu itu sungguh tak terduga.
Jujur saja, apa kau telah membaca buku catatanku? apa kau lihat semua kekecewaan yang ku tuang dalam tulisan-tulisan singkat. Mengertilah dan jangan gegabah. Dulu kau pernah berkata untuk jangan buru-buru. Ya, semoga itu bukan pilihan disaat terburu-buru. Senang dengan pilihanmu? entah mengapa hatiku cuma menjadi tenang, bahwa yang melewatkanku takkan pernah jadi milikku. Bila jodoh pun, tinggal datang kerumah. kau tentu tahu alamatnya kan?

Bukan apa-apa, aku bukan menutup hati. Namun sebuah proteksi diri agar nantinya tak salah lagi. Agar nantinya dijadikan istri yang turut pada suami. Saat ini aku takkan mengganggumu bersama dia. Toh aku pun pasti marah bila suatu saat pacarku masih dekat dengan wanita lain. 
aku jadi lebih kuat.

Sampai kapan kita mendiamkan rasa, terlepas begitu saja. Sejujurnya amat sedih, aku cuma yakin bila memang jodohku, pasti akan bertamu membawa rombonganmu.
Bila tidak?
Terima kasih atas semangatnya.


Seperti bebas lepas tanpa beban :) :) :)