Tampilkan postingan dengan label percintaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percintaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Aku Hebat Ya?

Kau tau rasanya berpura-pura dan berakting?
Wow, seharusnya aku mendapatkan piala citra untuk hal ini.
Berlagak tangguh, menahan rasa sesak, lalu tersenyum.
Hebat sekali ya diriku :)

Tentang semua cerita-cerita mu, aku tetap saja bersedia menjadi pendengar yg setia.
Mendengarmu bercerita senang, aku pun turut senang. Sesimpel itu.
Hebat sekali ya aku,
Dikala bendungan air itu hendak tumpah ruah, ku tahan dengan hebatnya.
Lalu ia tertahan, takkan terlihat olehmu.

Jarak,
Katanya akan menunjukkan bagaimana ini menjadi.
Apakah akan hilang tertiup oleh angin waktu.
Atau ntah kemana tak tau rimba-rimbanya.
Sabar.
Ikhlas.
Tak perlu dipermasalahkan, namun sungguh terima kasih.
Atas semua cerita, ntah berlanjut ntah menghilang tak tau arah.

Akan ada lainnya, akan ada cerita cerita baru.
Menuliskan semua yg akan terjadi diantara kita, tentang asa dan cita.

Aku wanita yg kuat, karena kuat itu bukan pilihan. Namun sebuah keharusan.

Selamat jalan,
Selamat pergi dari kisahku sekarang.
Jikalau bertemu lagi, aku akan berkata see you.
Atau jika cukup hanya cerita sesaatku, dg tegas kukatakan goodbye (:

Selasa, 26 Januari 2016

BOHONG

Bohong bila kubilang aku tak peduli.
Bohong bila kubilang aku baik-baik saja.
Bohong bila kubilang aku tak memikirkanmu.
Bohong bila aku tenang-tenang saja.

Bohong...

Aku takkan berada di barisan terdepan, ketika masih akan ada yang lain dibelakangku.
Aku tak perlu di depan.
Jika masih ada antrian lainnya.
Biarlah aku berdiri paling belakang, dari sejumlah deret baris.
Menjadi rumah terakhir bagimu, tempat kembali.

Baiklah, ini adalah pacuan cambukan terhebat yang pernah kurasakan.
Walau perih, tapi aku bangkit.
Masih banyak yg perlu ku persiapkan.

Hingga akhirnya kau menyadari bahwa akulah yang benar-benar akan menjadi sayap untukmu terbang tinggi.
Kelakpun bila aku nanti bukan menjadi sayap untukmu, aku sudah siap menjadi sayap orang lain yang pantas untuk kuajak terbang tinggi.

Semangat. Semangat. Semangat.

Jumat, 22 Januari 2016

Hambar Katanya

Ini tentang cerita (sebut saja intan) kepada ku..
Diceritakan dalam sudut pandang orang ketiga 😉

Dia kini bingung tak tentu arah.
Matanya sayu tak tahu kemana pikirannya beranjak.
Aku melihatnya pilu.
Terlihat sekali kekecewaannya, intan kini melesu tanpa semangat.
Katanya dia sedang kecewa, dengan seorang pria yang baru dikenalnya lebih kurang 5 bulan.

Kutanya ia,
Apa yg perlu kau sedihkan? Bukankah kalian juga baru berkenalan?

Baru kali ini aku benar-benar merasa jatuh cinta, begitu jawabnya lirih.

Aku semakin penasaran, belum pernah kulihat intan begitu menderitanya malam ini. Bahkan makanan favoritnya yang tersedia diruang makan tak di sentuhnya.

Mut, ketahuilah..
Baru ini benar-benar kurasakan jatuh cinta. Sorot matanya, tingkah lakunya, bahkan visi dan misinya semuanya. Aku merasa dialah tempatku untuk kembali, tempatku untuk menyandarkan kepala ketika aku letih menghadapi dunia ini, sebagai partnerku untuk melengkapi hari-hari backpacker yang kuinginkan, tempat berbagi dan merangkai mimpi indah kami berdua.
Rasanya 5 bulan yang lalu sangat mengubah hidupku mut.
Aku lebih bersemangat menjalani hariku, bahkan akupun rela mengalihkan mimpiku agar selaras dengan mimpinya..
Mut, aku merasa sebagian diriku hilang. Lepas dalam keceriaanku.
Kemana ia berkelana?
Bahkan akupun terlarut dalam rutinitas "menyibukkan diri".

Intan, ayolah.
Tak biasanya kamu begini, bukankah banyak teman pria mu yg sedang mendekatimu?
Bagaimana bisa 5 bulanmu itu begitu berarti. Yang bahkan menurutku belum pantas kau meyakini bahwa benarlah ia jodohmu.
Kamu jangan sampai mendahului takdir Tuhan. Hiburku sebisanya, berharap kemurungan diwajahnya berkurang..

Awal bertemu, semua terasa sangat menyenangkan. Pertemuan kami dilokasi yg menyenangkan dan sejak itu jd sering jalan bersama.
Berbagi cerita, berbagi pengalaman. Cerita kami lebih kurang mirip, tentang prinsip hidup.
Kami suka nonton film, di ruang teater begitu menyenangkan bisa saling berdekatan.
Mut, kau perlu tahu.
Bahwa aku benar-benar menyukai bahunya, terasa nyaman sekali.
Film pertama kali kami tonton adalah the maze runner II, ceritanya tentang zombie. Ada kejadian lucu yg terjadi, kau sudah tau kan mut? Aku sudah pernah bercerita.

Lalu film yang kedua, kami menonton the last switch hunter, bahkan dia pun sebenarnya sudah pernah menonton filmnya. Namun dia menemaniku untuk nonton, saat itu aku malah mengacuhkannya. Melepaskan genggamannya, ntah kenapa aku takut. Aku takut bahwa dia tak bersungguh-sungguh.

Film ketiga adalah in the heart of the sea, filmnya selesai jam 10 malam. Bahkan ketika pulang kami merasakan razia. Disini aku benar-benar ngantuk, lalu tangannya menarik tanganku. Menyuruhkan memeluknya, biar tak terjatuh.
Kau tahu mut, kalau saja dia benar-benar sudah halal bagiku, tak perlu kutolak pasti ku peluk.

Aku tertawa, mendengar cerita intan yang begitu polosnya.
Tampaknya kamu semakin dewasa sekarang tan..
Lalu mengapa kamu bersedih?

Mut, apakah salah, bila aku mengatakan aku tidak mau menjadi mantannya?
Mut, apakah aku salah, bila aku menunda mengatakan bahwa aku jg menyayanginya?
Mut salahkah bila aku bersabar?
Dia malah menjauh, disaat akupun mulai mau berjuang bersama, untuk hubungan yang lebih serius.
Sejujurnya dialah rasanya tempatku kembali..
Apa mungkin masih ada orang lain yg menjadi cadangannya?
Ah, aku benar2 bingung.
Aku merasa dia terlalu cepat menyerah mut, aku kan cuma mengetesnya saja sedikit.
Agar aku yakin, bahwa kelak nanti tidak akan pergi lagi.
Kini kami semakin berjarak, sudahlah aku pun tahu pikirannya masih tentang impiannya.
Aku pun tak perlu terlalu memikirkannya. Benar katamu mut, aku bodoh untuk menggalaukan hal ini.
Sudah seharusnya aku harus yakin, tulang rusuk takkan pernah tertukar.
Bahkan kalaupun nanti aku ke Raja Ampat pun, bila memang dia lah jodohku, kami tetap akan merajut cinta. Walau bukan sekarang.

Lalu sepertinya sekarang cepat sekali dia menentukan untuk bersama yang lain? aku tau kok. Kepo kadang menyakitkan.

Akuu...
Ah sudahlah, aku cukup melepaskan kekecewaan ini pada sajadah saja.
Aku ingin mengadu pada yang mempunyai hati milyaran makhluk di bumi ini.
Bercerita pada mu takkan mengubah jalan ceritanya mut, tapi terima kasih.
Aku menjadi lebih tenang.

Aku cuma mau bersandar sm Allah swt..
Bodoh...
Bersandar dengannya tak menjamin, bila Allah swt berkehendak maka tak ada yg bisa menghalangi.
Karna dia selalu ku simpan di dalam doa.
Terima kasih mut :)

Intan menatapku dengan berlinang air mata, aku ikut merasakan kepedihan hatinya..
Intan, kamu cukup berusaha jd yang terbaik bagi dirimu.
Berhenti menunggunya, yakinkan saja bahwa jodohmu nanti akan bahagia memilihmu.
Memiliki wanita sederhana yang sabar..
Aku tahu kamu kuat intan. Kuat dari apa yang kau kira, kejarlah impianmu.
Rayulah Maha pembolak-balikkan hati manusia. Insya Allah dengan izinnya kamu bukan hanya mendapat apa yang kau inginkan, tapi juga yang kau butuhkan.

Benar kata orang, cinta membuat orang tak pada dirinya.
Membuat yang sehat menjadi sakit, yang ceria menjadi pemurung, yang bersemangat menjadi melemah. Bahkan dia terlihat kalah sebelum berperang, tapi bukan begitulah pilihannya. Dia benar-benar mau berubah, walau dia tahu ada yang harus dikorbankan.
Dia merasakan sakit, untuk merasakan kedamaian dihatinya. Aku tahu benar, cerita masa lalu Intan membuatku mewajarkan apa yang terjadi.
Semangat ya cantik, aku tahu ini berat bagi mu, tapi lebih berat lagi bila engkau hanya bermurung muka. Jangan kau sakiti dirimu sendiri, karena kau begitu berharga 😊😊😊

Senin, 18 Januari 2016

Untuk Calon Imamku

Selamat malam jodohku.
Malam ini aku enggan untuk tertidur.
Aku memikirkanmu, yang bahkan aku tidak sanggup untuk menebak-nebak siapa kamu.

Aku disini baik-baik saja.
Sekarang aku merasakan kerja loh :)
Agar aku belajar untuk lebih ontime dan bergerak cepat.
Sekarang aku sudah bangun tidur lebih pagi loh, aku bahkan menyempatkan diri untuk terus masak dan membawa bekal.
Agar nanti, kalau kita berumah tangga aku bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anakmu.
Aku ingin mereka merasakan masakan ibundanya, dan tentunya aku ingin kamu pun nantinya selalu merindukan masakanku.

Selain belajar masak, kini aku pun berusaha untuk belajar bersih-bersih.
Siapa bilang aku tak perlu asisten rumah tangga?
Aku perlu sekali, agar kerjaku lebih ringan.
Namun aku dulu yang harus tahu bagaimana tata letak dalam membersihkan rumah.
Yap, aku juga sudah membiasakan diri cuci piring, walau sesudahnya tanganku gatal-gatal.
Mohon dimaklumi, doakan saja ketika kita telah bertemu nanti aku bisa merawat tanganku supaya mulus untuk menggenggam tanganmu.

Jodohku, entah mungkin malam ini engkau tengah terlelap atau malah bangun untuk merasakan rindu mendalam, seperti rinduku padamu.
Aku berpesan, jagalah kesehatan. Walaupun entah sekarang kamu sedang memiliki masalah atau bnyak pikiran.
Ketahuilah bahwa kita nanti akan menyatu dan bersatu.

Wahai kamu si jodohku.
Aku terus berusaha jadi yang terbaik bagi diriku sendiri, kamu juga baik-baik ya disana.
Jangan bosan jadi orang baik, walau tak semua akan bersikap baik padamu.

Aku tak mengharapkan kesempurnaan padamu, karena tidak seorang manusiapun yang sempurna.
Aku hanya harapkan kau belajar dari kisah-kisah masa lalu mu.
Bahwa aku yang nantinya terakhir untukmu,.

Pujaan hatiku,
Belajarlah untuk menghormati ibumu, karna ibumu juga akan menjadi ibuku.
Sayangi ia, hingga bahagia kan kita dapat dari restunya.
Jangan marah jika ia mulai cerewet, karena ibumu tahu bahwa anaknya akan segera memiliki kekasih hati untuk sehidup semati.

Sekarang kamu yang mungkin sudah ku kenal, namun bukan siapa-siapa bagiku.
Atau kamu yg bahkan belum pernah kita bertemu.
Bersabarlah.
Kita akan menyatu dalam waktu yang tepat.
Kelakpun akan datang, aku mempersiapkan yang terbaik untukmu.
Agar kau selalu disisiku.

Malam kian larut dan aku semakin merindukanmu..
Semoga Allah swt senantiasa menjaga mu.
Selamat malam dan selamat tidur jodohku..

Sabtu, 16 Januari 2016

Hai malam minggu

Halooooo holaaaa

Malam ini malam minggu.
Dulu terasa begitu menggebu.
Sekarang malah sepi melayu.
Aduhai menyayat kalbu.

Hai hai haii
Kamu si sipit bertubuh tinggi.
Dulu selalu datang kesini.
Entah sekarang malah pergi.
Tak mengapa yg penting kembali.

Ai ai aii
Sakitnya terasa sesak dihati.
Merindukan pujaan hati.
Kapan waktu akan terjadi.
Dua hati menjadi suci.

Tak urung kian malam.
Menghabisi malam minggu yg kelam.
Entah apa kelam sehitam gelam.
Aku disini menanti seram..

Duhai kamu.
Iya kamu
Kamu.
Betapa menggilanya aku malam minggu.

Jumat, 01 Januari 2016

Tentang Waktu

Hari ini
Aku bahagia
Bercanda tawa cerita
Menghabiskan masa
Berdua bersama
Saling memuja asa
Bahagia senang sentosa
Merajut untaian cinta

Hari ini
Aku gengsi
Ingin bilang aku disini
Aku memuja sepi
Berharap akan berapi
Menemani sang mentari
Bergegas untuk pergi

Hari ini
Aku senyum senang
Karena kabarmu datang
Menyempurnakan petang
Lalu aku melayang
Senang bagai terbang

Hari ini
Aku syahdu
Takut semua berlalu
Bahwa semua masih semu
Malah jadi gelap kelabu
Takkan ada tamu
Berdatang untuk dijamu

Hari ini
Aku tersipu
Tersenyum malu-malu
Membayangkan wajah lucu
Yang menyenangkan kalbu
Tak terasa pilu

Hari ini
Aku sedih
Kau buatku memeluk sepi
Menjadi letih tertatih-tatih
Kadang ku tak mengerti
Mengapa tak cerna isi hati
Lalu lihat prilaku diri
Mengapa ingin berlari
Harapku terasa mati
Begitu cepatkah begini
Ku serahkan semua pada Ilahi